Selasa, 23 Agustus 2011

Atasi Masalah Pencernaan Saat Lebaran dengan yang Alami

HARI Raya Idul Fitri adalah saat-saat yang ditunggu oleh seluruh umat Islam. Pasalnya, saat itu seluruh umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa. Perayaannya bermacam-macam, mulai dari tersedianya aneka makanan nan lezat, jalan-jalan hingga menggunakan busana serbabaru.

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, momen Idul Fitri merupakan saat yang ditunggu oleh umat Islam, khususnya menjalankan ibadah puasa. Selain bisa bermaaf-maafan, bersilaturahmi dengan orangtua, saudara, teman, sahabat dan tetangga, tentunya kita sudah tidak perlu lagi menahan makan dan minum.

Sayangnya banyak pihak yang menganggap Lebaran adalah waktu yang tepat untuk bisa bebas sepenuh hati dalam hal mengonsumsi makanan dan minuman. Apalagi didukung dengan kebiasaan setiap rumah tangga pada saat Lebaran menyediakan berbagai macam masakan dan minuman untuk menyambut Idul Fitri.

Saat berada di rumah atau ketika bersilaturahmi ke rumah saudara, teman dan tetangga biasanya seseorang cenderung akan menyantap apa saja yang disajikan. Selain budaya Indonesia yang “tidak bisa menolak” permintaan si tuan rumah, aroma hidangan Lebaran pun sangat menggoda. Boleh saja hal tersebut asal perlu diingat jangan sampai acara berlebaran menjadi berantakan gara-gara gangguan pencernaan.

Gangguan pencernaan bisa saja terjadi karena pencernaan seseorang sebelumnya menjalani puasa dijejali berbagai macam makanan dan minuman dan dalam jumlah yang banyak. Ada beberapa hal yang perlu diketahui supaya acara berlebaran berjalan lancar tanpa adanya gangguan pencernaan. Sebaiknya, hindari mengonsumsi makanan berlemak, berbumbu tajam dan pedas, serta makanan asam yang dapat mengganggu pencernaan. Kalaupun tidak bisa menghindari, setidaknya konsumsilah makanan tersebut dalam porsi yang tidak terlalu banyak, serta sediakan obat sakit pencernaan meredakan keluhan sekitar perut jika tiba-tiba masalah pencernaan menyerang.

Ada sejumlah gejala yang menyebabkan masalah pencernaan, seperti sakit perut, mulas, nyeri, kembung yang berujung pada masalah buang air berlebihan. Biasanya nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin hingga tubuh menjadi lemas lantaran cairan yang ada dalam tubuh menjadi berkurang. Kalau gejala itu sudah muncul, jangan paksakan untuk memakan semua makanan yang memang menggoda.

Untuk menghindari masalah pada pencernaan atau yang akrab dikenal dengan sebutan diare, cara yang terbaik adalah dengan mengurangi konsumsi makanan yang pedas, makanan yang terbuat dari santan hingga makanan atau minuman yang memiliki rasa asam.

Atasi diare dengan cara alami
 
Ada baiknya konsumsi obat-obatan saat diare menyerang. Saat ini di Indonesia sudah banyak beredar obat-obatan yang bisa mengatasi diare. Namun, ada baiknya jangan asal pilih obat-obatan. Pilihlah obat diare yang terbuat dari herbal alami khususnya tanaman asli Indonesia yang sudah terkenal khasiatnya hingga ke mancanegara.

Makna Lebaran di Mata si Kecil

BAGI anak-anak, Lebaran dikaitkan dengan momentum sukaria dan kegembiraan. Makan enak, baju baru, jalan-jalan, 'salam tempel', adalah gambaran tentang Lebaran di pikiran polos bocah-bocah tersebut. Tapi, apakah harus selalu begitu? Yuk, ajarkan si kecil makna Lebaran sesungguhnya!

Tradisi 1: Baju Baru

"Asyik, nanti aku beli baju baru empat ya, ma? Biar aku pakai semua pas Lebaran..." teriak girang seorang bocah cilik.

Baju baru, rasanya sudah menjadi tradisi saat Lebaran. Bahkan, ada anak yang menangis dan berontak ketika dipakaikan baju lama karena melihat semua temannya memakai baju baru. Duh, bagaimana ini?

Memang, Idul Fitri atau Lebaran sering diidentikkan dengan kembali pada hakikat manusia yang sesungguhnya: manusia yang bersih seperti bayi, alias kembali ke fitrah-nya sebagai manusia yang ber-Tuhan.

Dikatakan Clara Moningka, S.Psi, M.Si dari Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta, hakikat ini lah yang seharusnya diajarkan kepada anak.

"Baju baru adalah simbol semata. Simbol ke'baru'-an atau bersih. Namun, tak berarti dengan memakai baju baru kita akan bersih," katanya. Artinya, dengan memakai baju lama pun, seorang anak pantas untuk merayakan Lebaran.

Yup, terkadang stimulus dari lingkungan yang membentuk anak terbiasa dengan baju baru. Misal, orangtua selalu membiasakan membeli baju baru, tanpa memberikan pengertian. Atau, anak kerap melihat stimulus dari lingkungan, dimana tetangga atau masyarakat yang membeli baju baru saat Lebaran. Nah, pembiasaan tersebut lah yang pada akhirnya membentuk pandangan atau persepsi bahwa Lebaran identik dengan baju baru.

Agar anak tak melulu salah tangkap, orangtua bisa menjadi contoh dengan tidak memakai baju baru saat hari Lebaran. Pakailah baju yang masih pantas dan bersih untuk salat dan silaturahmi. 

Dengan social learning tersebut, sangat memungkinkan, anak akan bertingkah laku sama seperti orangtua. "Dengan tidak merasa gengsi atau malu memakai baju lama, makna Lebaran akan terasa lebih besar. Bukan sekadar baju baru atau makanan berlimpah melainkan sebagai kemenangan dalam hati," papar Clara.

Tradisi 2: Angpau

Laiknya baju baru, hari raya di Indonesia selalu identik dengan angpau atau 'salam tempel'. Padahal, makna sesungguhnya lewat pemberian angpau tersebut adalah berbagi kebahagiaan.

Akan lebih baik lagi, jika uang tersebut dibagikan kepada mereka yang tidak mampu, agar dapat merasakan Lebaran. Libatkan si kecil saat Anda menyisihkan angpau untuk dibagi-bagikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Dengan begitu, si kecil akan memaknai Lebaran sebagai momen memberi kebahagiaan kepada orang lain atau berbagi. Bukan malah menganggap bahwa Lebaran adalah saat untuk ‘jajan’ banyak karena mendapat uang berlebih dari sanak saudara.

Perlu diingat, berbagi kebahagiaan pada anak tak harus dilakukan dengan memberikan uang. Clara memberi contoh, anak-anak di Turki malah mendapat permen atau coklat saat Idul Fitri. Di Amerika Utara, anggota keluarga juga saling bertukar hadiah untuk menandakan keeratan atau ikatan dalam keluarga. Intinya, tradisi pemberian angpau atau berbagi boleh-boleh saja asal disesuaikan dengan kemampuan. Bila tidak ada, ya jangan dipaksakan!

Tradisi 3: Mudik

Pulang kampung, juga menjadi tradisi. Walau terlihat sepele, ada baiknya memberikan pemahaman kepada anak esensi di balik mudik ini. Katakan kepada anak bahwa bertemu sanak saudara bukan tanpa maksud, bukan sekadar berkumpul untuk bersenang-senang. Lebih daripada itu: menjaga silaturahmi.

Juga merupakan momen tepat untuk memperkenalkan sebagian besar anggota keluarga yang selama ini masih belum dikenal oleh anak.

Dengan begitu, perlahan-lahan, anak mengerti bahwa Lebaran adalah event yang baik untuk menyambung tali silaturahmi dan saling memaafkan. Yang terpenting, tekankan pada anak bahwa setelah Lebaran berakhir, silaturahmi tetap terjalin. Artinya, rasa saling memiliki, memaafkan, harus tetap ada dan dipupuk.

"Ajarkan bahwa Idul Fitri sebenarnya mengingatkan kita untuk menjalin dan menjaga hubungan dengan sesama hingga Idul Fitri selanjutnya," ungkap Clara.

Tradisi 4: Makan Enak

"Pokoknya pas Lebaran makan enak deh, sampai sakit perut..."

Waduh, jangan sampai kejadian dong. Hindari anak berpikir bahwa Lebaran adalah saat untuk berfoya-foya dengan makanan. Caranya? Jangan memasak berlebihan! Sesuaikan dengan anggota keluarga yang datang. Tak perlu bermewah-mewahan, cukup seperlunya saja.

Atau, Moms bisa juga mengajarkan berbagi lewat makanan. Misal, libatkan si kecil untuk membagikan ketupat atau makanan khas Idul Fitri kepada tetangga, sebagai rasa syukur atas rejeki dan atas hari yang istimewa tersebut. Selain itu, daripada makanan berlimpah dan pada akhirnya dibuang, lebih baik menjadi berkah untuk sesama, bukan?

Kamis, 18 Agustus 2011

Fakta Unik tentang Hari Kemerdekaan


Foto : Ist.

JAKARTA - Bicara soal Hari Kemerdekaan, sepertinya enggak ada habis-habisnya ya? Pasalnya banyak banget yang bisa dilihat atau dipetik dari kemerdekaan. Hal-hal seru pun bisa terjadi pada event yang cuma satu kali dalam setahun ini.

Hal yang bikin Hari Kemerdekaan itu asyik adalah merayakannya dengan ikut acara sederhana seperti mengikuti lomba antarkomplek, antarfakultas bahkan antaruniversitas. Atau dengan mengikuti diskusi-diskusi seputar makna kemerdekaan dan sebagainya.

Tapi sebenarnya, apa yang kamu ketahui tentang Hari Kemerdekaan? pastinya fakta-fakta dasar yang pernah kamu pelajari di sekolah dulu kan? Nah, kalau fakta unik seputar kemerdekaan yang satu ini mungkin kamu belum banyak yang tahu ya.

Apa saja sih fakta uniknya? Intip kilasannya yang dikutip dari blog pribadi seorang penulis yang disitat Blog Krez-Krez, oleh Roy Tanck and Amanda Fazani, dan wikipedia Rabu (17/8/2011) di bawah ini:

1. Yang terjadi pada 17 Agustus 1945
Bapak proklamator kita Soekarno atau yang akrab dipanggil dengan Bung Karno bersama para sahabatnya, telah menyusun konsep proklamasi. Baung Karno bersiap-siap untuk memproklamasikan kemerdekaan pada pukul 10.00 WIB.

2. Teks Proklamasi
Naskah proklamasi yang ditulis tangan oleh Bung karno dan didiktekan oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh pemerintah! Anehnya, naskah sarat nilai historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu dikeranjang sampah di rumah Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945 dini hari, setelah sebelumnya disalin dan diketik oleh Sajuti Melik. Kemudian pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan dan 19 hari.

3. Dokumentasi Proklamasi
Dokumentasi saat hari kemerdekaan di dokumentasikan oleh Mendoer bersaudara. Kakak beradik tersebut merupakan seorang fotografer. Alexius Imprung Mendur yang menjabat sebagai kepala bagian fotografi di kantor berita Jepang Domei, sedangkan Frans Sumarto Mendoer adalah fotografernya.

Menurut Wikipedia, mereka berdua merupakan anggota dari enam Indonesia Press Photo Service pada 2 Oktober 1946.

4. Perdana Menteri Luar Biasa
Indonesia memiliki perdana menteri RI pertama, dianggap luar biasa karena waktu beliau wafat di Zurich, Swiss, statusnya adalah tahanan politik, namun statusnya berubah ketika beliau dimakamkan di Jakarta sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

5. Kehilangan Komposer Lagu Kebangsaan
Bila tanggal 17 Agustus menjadi kelahiran Indonesia, justru pada tanggal tersebut, Indonesia kehilangan komposer lagu kebangsaan Indonesia Raya, WR Soepratman. Beliau menulis lagu kebangsaan pada 1924 di Bandung, dan mengumandangkannya secara instrumental di depan umum pada Oktober 1928, hingga akhirnya wafat pada 17 Agustus 1938 karena sakit

Hari Kemerdekaan Perlu Banget Diapresiasi

JAKARTA - Bagaimana hari liburmu yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan? Enggak ke mana-mana, nonton siaran pengibaran bendera, atau tidur seharian dengan alasan sedang puasa? Kalau kamu cuma melakukan hal seperti itu, sepertinya basi banget deh.

Soalnya, sayang kalau Hari Kemerdekaan yang datang cuma satu kali dalam setahun ini kamu lewati sebagai hari libur yang biasa saja. Pasalnya, merebut kemerdekaan bukan sesuatu yang mudah loh. Kamu pasti juga sudah tahu, sebab kamu sudah mempelajari sejrah semenjak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kalau kamu enggak mengapresiasikan Hari Kemerdekaan, kamu sama saja enggak mengargai jasa para pahlawan yang sudah susah payah dan akhirnya menyerahkan nyawa mereka demi kita, loh.

Kebayang enggak sih kalau kamu yang jadi pahlawan penuh pengorbanan melawan penjajah? Atau kamu salah seorang tim sukses sang proklamator yang dengan segenap kemampuannya mempersiapkan kemerdekaan buat penerus bangsanya? 

Kalau kebayang, berarti kamu juga setidaknya bisa mengira, apa yang mereka pikirkan jika kerja keras mereka enggak diingat sama sekali? Pastinya kesal.

Untuk itu, Hari Kemerdekaan perlu banget kamu apresiasi, selain alasan yang sudah diungkap diatas, Hari Kemerdekaan juga bisa bikin kepekaan sosialmu meningkat. Buktinya  begitu kamu ingat hari ini adalah perayaan Kemerdekaan, kamu langsung mengriktik tentang banyak hal yang seharusnya enggak terjadi pada satu bangsa yang telah merdeka kan?

Dengan adanya pemikiran semacam itu, maka kamu mulai melihat isu-isu sosial yang sedang dihadapi bangsa kita atau permasalahan apa yang sedang pelik hingga menibulkan ide-ide baru dalam pemikiranmu.

Hal-hal itu baru segelintir dari manfaat Hari Kemerdekaan loh. Lainnya? banyak banget. Coba kamu pikir, kapan lagi ada waktu dimana menang lomba balap karung, makan kerupuk dan tarik tambang menjadi ajang pertaruhan gengsi di komplekmu? atau kapan lagi lomba-lomba sederhana dan manggung di kampus bikin kamu jadi famous untuk sebulan kemudian? 

Hari Kemerdekaan itu asyik kan? meskipun demikian, banyak ahli ketatanegaraan di televisi yang bilang, meraih kemerdekaan itu lebih mudah daripada menjaganya. Nah, sekarang berarti tugas kamu untuk menjaga kemerdekaan Indonesia.

Caranya beragam kok, kamu bisa lakukan apa yang menurutmu benar dan berguna bagi nusantara. Pasalnya, mahasiswa kreatif sepertimu, pastilah memiliki segudang ide untuk mengisi kemerdekaan yang sudah kita nikmati selama 66 tahun ini.

85 Persen Pikiran Positif Dipengaruhi Sikap Mental

ositif dalam diri Anda? Cobalah review kembali diri Anda. Bisa jadi, sikap Anda sendiri yang menghambat pikiran positif berkembang di otak.

Menyelaraskan pikiran positif sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Karena pada dasarnya ketika terlahir ke dunia pun, manusia dalam keadaan positif. Namun seiring dengan perjalanannya, pikiran positif kerap beradu dengan sisi negatif yang saling tarik-menarik. Alhasil, tak sedikit orang yang lebih dominan sikap negatifnya karena dipengaruhi oleh karakter diri, kepribadian, dan kebiasaan.

Menjadikan pikiran positif sebagai bagian dari keseharian tentu tidak ada ruginya. Dengan berpikir positif, maka Anda pun terbiasa melakukan hal-hal yang positif yang memberikan dampak positif pula dalam hidup Anda. Sayangnya, kenyataan tersebut tak selalu terwujud karena pikiran manusia dipengaruhi alam bawah sadar mereka.

"Alam bawah sadar selalu menguasai perilaku seseorang, sehingga terkadang apa yang dilakukan bukanlah apa yang dipikirkan," tutur Rani Noesman MPsi dari Yayasan Kita dan Buah Hati dalam acara “Fashionable and Healthy during Ramadhan” di Rumah Batik Danar Hadi, Melawai, Jakarta, Selasa (16/8/2011).

Rani mengaku tanpa disadari alam bawah sadar sering menyabotase pikiran. Misalnya saja, ketika Anda menelpon pasangan karena belum pulang di jam seperti kebiasaannya, maka pikiran-pikiran negatif pun mulai menghantui. Jangan-jangan dia inilah atau dia itulah.

"Faktor keberhasilan pikiran positif itu 85 persen bergantung pada sikap mental, sementara 15 persen dipengaruhi oleh pengetahuan. Jadi untuk mengubah diri, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengubah perilaku atau sikap Anda," katanya memberi tip.

4 Cara Maksimalkan Pikiran Positif

BERPIKIR positif memiliki sejuta manfaat, termasuk di antaranya terhindar dari penyakit jantung, lebih panjang umur, dan awet usia. Jika ingin mewujudkannya, berikut ini cara yang bisa Anda coba.

Memunculkan pikiran positif dalam diri tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jasmani, tapi juga rohani. Imbasnya, Anda pun akan merasakan titik kesejahteraan yang harmonis baik dalam hubungan spiritual, fisik, finansial, dan intelektual.

Strategi terbaik untuk membangun sikap mental positif adalah banyak mencuatkan rasa bersyukur.

"Jangan mencari hal yang tidak kamu miliki dalam hidupmu karena justru tidak akan memiliki apa-apa," ujar Rani Noesman MPsi dari Yayasan Kita dan Buah Hati dalam acara “Fashionable and Healthy during Ramadhan“ di Rumah Batik Danar Hadi, Melawai, Jakarta, Selasa (16/8/2011).

Ya, selama ini kebanyakan dari kita memang terlalu sibuk mencari yang tidak kita miliki dan cenderung mengabaikan apa yang kita miliki. Alhasil, kita pun banyak menyesali diri sendiri. Tentu ini merupakan suntikan negatif yang akan membuat seseorang tumbuh sebagai pribadi yang selalu saja merasa kekurangan.

Nah, untuk memunculkan sisi positif dalam diri, berikut ini cara yang dapat dicoba.

Miliki arah ke depan

Arah ke depan yang dimaksud yakni Anda memiliki visi. Anda perlu memunculkan hal yang lebih penting dalam hidup sehingga ada prioritas yang dituju dalam hidup Anda.

"Cara terbaik untuk melakukannya adalah setting tujuan Anda sekarang, lalu abaikan hal yang tidak penting, buat rencana dan lakukan," ulas Rani.

Kenali diri

Dengan mengenali diri sendiri, kita pun jadi lebih mengetahui kebutuhan serta kemampuan kita. Cara yang dapat Anda lakukan yakni mengamati sumber pikiran negatif yang paling dominan. Kedua, pahami kekuatan pikiran Anda dan pahami darimana asal semua pikiran Anda. Ketiga, putuskan Anda ingin menjadi seperti apa. Keempat, ciptakan penguat penciptaan pikiran positif (afirmasi, visualisasi, tempel gambar-gambar positif, dan musik yang menenangkan). Waspadai ketika pikiran yang akan menguasai Anda kembali dengan melakukan relaksasi (tarik nafas dan sadari apa yang Anda hadapi).

Ubah kekurangan menjadi kelebihan

Jika pandai memaksimalkan, sesuatu yang semula menjadi kekurangan bisa menjadikan kelebihan yang membuahkan kesuksesan bagi Anda. Caranya, gunakan otak intelektual kita, pindahkan mindset dari otak kanan ke kiri, sadari subcon Anda dan naikkan ke conscious mind, putuskan, berbuat baik pada orang lain, dan bersenang-senanglah dengan menjalani olahraga.

Egois hanyalah milik diri sendiri

Yang bisa memutuskan Anda bahagia atau tidak sebenarnya hanyalah diri Anda sendiri. Karenanya, konsentrasilah pada diri sendiri dan acuhkan situasi atau orang lain karena mereka berada di luar diri kita. Buatlah diri Anda bahagia karena kebahagiaan Anda tidak tergantung pada orang lain tetapi pada diri Anda sendiri.

ODHA Boleh Tetap Berpuasa

PENDERITA HIV/AIDS tetap disarankan untuk berpuasa. Asalkan, waktu makan obat antiretroviral diatur sedemikian rupa dan jangan lupa mengonsumsi makanan bergizi.

Setiap 12 jam, umumnya orang dengan HIV/AIDS (ODHA) diwajibkan meminum obat antiretroviral (ARV) dan methadone untuk menahan laju perkembangan HIV (virus penyebab AIDS). Aturan minum obat ARV ini sangat ketat karena terkait langsung dengan tingkat perkembangan HIV di dalam darah.

Jika waktu aturan minum diubah, maka akan membuat konsentrasi obat di dalam darah menurun. Kondisi inilah yang memberi peluang bagi HIV untuk memperbanyak diri di dalam darah. Pada tahap berikutnya, perubahan jadwal meminum ARV akan membuat HIV resistan atau kebal terhadap ARV.

Sementara itu, rentang waktu umat Islam berpuasa pada bulan Ramadan rata-rata mencapai 13 sampai 14 jam setiap harinya. Dengan kondisi ini, mungkinkah ODHA muslim menjalankan puasanya? Spesialis Gizi Klinis dari Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta, Dr Paul F Matulessy MN PGK DSpG menerangkan, ODHA bisa berpuasa selama kondisi fisiknya baik dan tidak sakit.

Selama ini, menurut dia, tidak ada hal yang menjadi halangan saat ODHA berpuasa. Cara berpuasa yang tepat justru akan menyehatkan bagi ODHA.

”Yang terpenting adalah memiliki kemauan yang kuat untuk puasa karena dalam agama wajib hukumnya berpuasa. Kecuali kondisi kesehatannya tidak memungkinkan, dan ini kan sama saja dengan yang bukan ODHA, tapi dalam keadaan sakit,” katanya saat acara buka bersama dan diskusi dengan tema ODHA Berpuasa, Mengapa Tidak? oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (12/8).

Selain menyehatkan, dengan berpuasa, para ODHA dan ODHA pengguna napza suntik (penasun) juga dilatih untuk disiplin dan patuh dengan jadwal minum ARV. Terkait dengan waktu mengonsumsi obat, Paul menyarankan untuk mengubah waktu minum ARV dan methadone disesuaikan dengan waktu makan bulan puasa, yaitu mulai dari waktu berbuka hingga makan sahur dan sebelum Imsak.

”Memang perlu waktu adaptasi kira-kira satu hingga dua minggu untuk minum obat dengan cara diundur atau dimajukan sampai waktu sahur atau buka puasa,” terangnya.

Adaptasi lain adalah, lanjut dia, jumlah obat disesuaikan dengan kebutuhan ODHA dan jenisnya harus sesuai dengan kualitas makanan bergizi yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta air.

Singkatnya, harus dipenuhi 3J yaitu jadwal, jenis,dan jumlah yang tepat.Untuk aktivitas di bulan puasa yang sebaiknya dijalankan bagi ODHA, sebenarnya tidak berbeda dengan orang biasa. Hanya saja, diubah waktunya menyesuaikan dengan ibadah puasanya,yaitu frekuensi dan kualitasnya lebih dilakukan pada malam hari.

”Sementara pada siang hari aktivitasnya dibatasi sesuai dengan kemampuan masingmasing ODHA,”kata Paul. Sementara itu, Sekretaris KPAP DKI Jakarta Rohana Manggala mengemukakan, ODHA boleh saja berpuasa, namun dengan catatan harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.

Pasalnya, kondisi tubuh adalah faktor penentu apakah seorang ODHA mampu berpuasa atau tidak. Selain itu, kewajiban untuk meminum ARV juga menjadi pertimbangan utama. Menurut dia, seorang ODHA dianjurkan untuk mengonsumsi ARV jika CD4-nya di bawah 350.Sel CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit.

Sel tersebut adalah bagian yang penting dari sistem kekebalan tubuh manusia. Dari aspek medis, tidak ada batasan CD4 yang bisa dijadikan patokan apakah seorang boleh berpuasa atau tidak. Patokan yang bisa dipakai, yakni dosis ARV yang harus diminum setiap hari.

Jika dosis konsumsi ARV antara 3 hingga 12 jam setiap hari, maka tidak ada kemampuan bagi ODHA untuk berpuasa lantaran puasa berlangsung lebih dari 13 jam setiap hari. Dan jika kondisinya sudah sangat rentan dan tidak memungkinkan, kata Rohana, aturan dan syarat puasa dapat dilakukan dengan membayar fidyah atau memberi makanan bagi fakir miskin.

”Keputusan untuk berpuasa atau tidak, memang ada di tangan ODHA yang sudah meminum obat ARV. Namun, tetap harus mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan selama berpuasa karena kelangkaan obat ARV di dalam darah akan memberi peluang besar bagi HIV untuk berkembang biak. Dan jika hal itu terjadi, pada waktu yang bersamaan terjadi pula kerusakan sel-sel darah putih sehingga menurunkan sistem pertahanan atau kekebalan tubuh,” ujarnya.

Ketua Yayasan Srikandi Sejati, yayasan yang melakukan pendampingan pada kelompok waria terkait pengembangan diri dan kesehatan, Lenny Sugiharto menceritakan, dirinya sudah menjalankan puasa sejak 2002.

Dia mengaku sejauh ini belum pernah mengalami masalah yang tergolong berat, terkait dirinya sebagai ODHA saat menjalankan ibadah puasa.

Kamar Tidur Modern Lebih dari Sekadar Ruang Istirahat

KOMPONEN paling penting dalam hunian, selain ruang keluarga dan ruang tamu, adalah kamar tidur. Sifatnya yang pribadi, membuat pemilik rumah harus mendesain kamar tersebut secara khusus.

Selain sebagai tempat beristirahat, kamar juga merupakan ruang paling nyaman untuk melakukan sesuatu. Karena itu, tidak jarang orang memilih kamar sebagai tempat favorit mereka. Desain yang cocok untuk kamar seperti ini adalah kamar tidur modern. Selain menyesuaikan dengan fungsinya, kamar bergaya modern juga mampu memberikan kenyamanan bagi penghuni.

Menurut arsitek Erwin Hawawinata, “ modern” sebenarnya bukan suatu gaya, melainkan sebuah “fungsi” yang disesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan dari fungsi sebelumnya. Kamar tidur modern mulai banyak diminati. Tidak hanya oleh masyarakat dunia, juga penduduk Indonesia, terutama kalangan anak muda.

Desain yang diusung pun sangat berbeda dengan gaya pada masa sebelumnya yang didominasi ornamen dan dekorasi. Hal itu dikarenakan desain interior modern relatif mudah diaplikasikan.

Dapat kita lihat dari perbedaan antara desain kamar tidur zaman dulu dengan sekarang hingga orang kerap menggunakan desain kamar bergaya modern.

Erwin menjelaskan, desain modern selalu disesuaikan dengan kebutuhan. Masih banyak orang yang senang dengan gaya tradisional atau klasik karena dianggap lebih elegan, mewah, dan sebagainya.

“Namun, kembali pada fungsi dan manfaatnya, gaya modern lebih banyak dipilih saat ini karena dianggap mampu memberikan kemudahan, baik dalam hal fungsi maupun pemeliharaannya,” papar Erwin.

Hal yang perlu diperhatikan untuk menjadikan kamar tidur Anda bergaya modern, yang pertama adalah tetap berpatokan pada bentuk-bentuk dasar dan geometris yang dikombinasikan dengan warna juga elemen. Selain itu, hindari bentuk detail yang berlebihan. Kita bisa ambil contoh tempat tidur.

“Gunakan tempat tidur dengan bentuk-bentuk yang sifatnya geometris atau standar, lalu kombinasikan dengan aksesori sehingga bentuk utamanya tidak terlalu dominan dan ruangan lebih terasa bervariasi,” ujar Erwin.

Kedua, aksesori dalam ruangan. Jangan gunakan aksesori terlalu banyak. Gunakan yang sesuai dengan fungsi atau kebutuhan ruang tidur Anda.

“Tapi, aksesori yang digunakan haruslah berkaitan dengan komponen warna dan lighting ruangan,” tambahnya.

Hal ketiga yang wajib diperhatikan adalah warna. Umumnya warna yang dipilih untuk desain kamar tidur modern cenderung ke warna-warna netral, seperti abu-abu dan putih. Namun, hal tersebut sebenarnya tidak memberi pengaruh terlalu banyak.

Menurut Erwin, warna untuk desain interior bergantung pada pengguna ruangan itu. Jadi, tidak ada kekhususan dalam hal pemilihan warna. Keempat, komposisi skala dan ukuran. Kedua hal tersebut merupakan bagian yang harus ikut diperhatikan.

Ruangan sempit dapat disiasati dengan penggunaan elemen kaca, cermin, atau bidang lain yang bersifat memantulkan bayangan. Kaca, cermin, dan sejenisnya itu mampu memberi kesan luas pada ruangan.

“Sedangkan untuk ruangan berukuran luas, gunakan elemen dekoratif semisal screen. Untuk memisahkan ruang (pengganti dinding), susun furnitur dalam kelompok agar tercipta pengelompokan fungsi ruang,” kata Erwin.

Terakhir lantai. Lantai pada desain modern umumnya menggunakan material marmer, kayu, kayu sintetik, dan keramik.

Selasa, 16 Agustus 2011

"Dek, Ayo Belajar Puasa!"

BAGI orang yang sudah dewasa dan sehat, puasa hukumnya wajib. Tapi, tak ada salahnya bila Moms mengajarkan puasa kerpada si kecil sejak dini.

Ingin tahu caranya? Yuk, ikuti ulasan berikut:

Perkenalkan dengan ‘si Puasa’
Tak kenal maka tak sayang. Istilah ini berlaku juga saat Moms meminta anak untuk berpuasa. Perkenalkanlah si kecil mengenai ibadah puasa – apa itu puasa, kenapa kita berpuasa atau bagaimana cara berpuasa. Mengenalkannya bisa lewat buku cerita, dongeng, penjelasan sederhana, atau contoh dari orangtua dan lingkungan sekitar.

Dan ada baiknya jika orangtua berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui berapa lama anak Anda boleh berpuasa. Jangan sampai alih-alih mengajarkan puasa, si kecil malah sakit.

Setelah mengerti barulah mulai mengajarkan anak untuk berpuasa, sesuai dengan kemampuan dan kondisi kesehatannya.  Misal, berpuasa selama satu jam terlebih dulu, kemudian secara bertahap menjadi dua jam, dan seterusnya sesuai dengan perkembangan usianya. Bila si kecil belum kuat menahan lapar dan haus, jangan dipaksakan. Biarkan dia membatalkan puasanya.

Bertahap sesuai usia
Umumnya, kesulitan melatih dan membiasakan si kecil berpuasa terjadi pada minggu-minggu pertama. Hal ini terjadi karena adanya perubahan kebiasaan, utamanya jadwal makan. Untuk itu jauh-jauh hari siapkan anak untuk puasa.

Kunci sukses mengajarkan puasa pada anak adalah bertahap sesuai dengan kemampuan anak. Jangan langsung mengajarkan anak untuk berpuasa penuh selama kurang lebih 12 jam. Berikut tahapan berpuasa sesuai usia anak:
- Usia 4 Tahun. Agar tidak kaget, latih anak berpuasa dari subuh hingga pukul 8 pagi.
- Usia 5 Tahun. Kalau tahun sebelumnya ia berpuasa dari subuh hingga pukul 8 pagi, si lima tahun dapat berpuasa hingga pukul 10 pagi.
- Usia 6 Tahun. Lamanya berpuasa bisa ditingkatkan hingga azan Zuhur. Dan dapat ditingkatkan seiring dengan usia dan kesanggupan anak. Sampai akhirnya anak dapat melakukan puasa penuh ketika mencapai usia yang diwajibkan untuk berpuasa (akil baligh).

Hati-hati dehidrasi
Bila anak sudah merengek lapar atau haus, apalagi sampai berkeringat dingin dan tampak lemas, orangtua jangan ragu untuk menyetop puasa si kecil. Kalau dibiarkan, anak bisa syok dan dehidrasi. Begitu pula dengan balita yang gemuk, seringkali anak gemuk membutuhkan cairan yang sangat banyak. Jadi, ia harus sering minum, apalagi aktivitas anak masih tinggi.

Pastinya anak senang bermain dan banyak bergerak hingga mengeluarkan keringat. Oleh karenanya, keringat yang keluar bisa memancing dehidrasi. Jadi, saat sahur dan berbuka sebaiknya si kecil tercukupi cairannya.

Bahaya lainnya, anak bisa kehilangan berat badan. Padahal pada masa pertumbuhan, justru anak tak boleh kehilangan berat badan. Bila ini terjadi, puasa tidak boleh diteruskan!

Perhatikan jenis makanan
Saat sahur, anak-anak kerap mengantuk. Padahal, gizi dalam tubuhnya harus tetap terpenuhi. Untuk itu, berikanlah makanan yang padat gizi seperti telur, susu atau sereal.
Saat berbuka, berikanlah makanan/minuman yang manis, misalnya teh manis, lalu berikan bubur terlebih dulu, baru dilanjutkan dengan menyantap nasi atau kue.

Makanan yang dianjurkan saat sahur dan berbuka tentunya yang padat gizi, antara lain ikan, daging ayam, tahu, tempe, nasi, mie. Hindari makanan pedas, asam, terlalu dingin atau terlalu panas karena bisa sebabkan iritasi lambung , merangsang muntah, diare atau sakit perut. Jenis makanan ini juga berlaku bagi seluruh anggota keluarga. Hindari makan berlebih saat berbuka puasa. Makanlah secara bertahap.

8 Tip Sukses Ajarkan si Kecil Puasa

TAK kenal maka tak sayang. Istilah ini berlaku juga saat Moms meminta anak untuk berpuasa. Perkenalkanlah si kecil mengenai ibadah puasa – apa itu puasa, kenapa kita berpuasa atau bagaimana cara berpuasa.

Simak delapan tip mengajarkan puasa pada buah hati, berikut ini:

1. Sebelum melatih puasa, orangtua terlebih dulu mengetahui kondisi fisik anak dengan berkonsultasi dengan dokter.

2. Perhatikan juga kondisi psikis anak mengenai kesiapannya menjalankan puasa sehingga anak tidak merasa terpaksa, memaksakan diri, atau terbebani.

3. Lakukan secara bertahap, mulai satu jam, dua jam hingga puasa penuh.

4. Kenalkan ibadah puasa dengan cara yang menyenangkan. Misalnya melalui buku cerita, dongeng, cerita dengan boneka tangan, film edukasi, dan sebagainya. Dan yang tak kalah penting orangtua memberikan contoh kepada anak.

5. Biasakan anak dengan suasana Ramadan, tidak menaruh makanan di meja makan, misalnya. Berikan suasana yang beda dari biasanya.

6. Ajaklah anak terlibat ketika saat berbuka, tarawih, makan malam, dan sahur sejak dini.

7. Hargai anak jika anak telah mengerjakan kebaikan, tetapi jangan dicela bila belum berhasil.

8. Berikan reward untuk memotivasinya. Tidak harus dalam bentuk barang, bisa dalam bentuk pujian, ungkapan rasa senang, serta kedekatan emosi, seperti sentuhan, pelukan atau belaian.

Cara Didi Petet Kenalkan Puasa ke Anak

MENGAJARKAN puasa pada buah hati memang tidaklah mudah. Butuh kesabaran ekstra dan metode tepat untuk membuat mereka tergugah. Didi Petet memiliki caranya sendiri.

Sebagai orangtua, mengajarkan anak berpuasa menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Tak heran, banyak orangtua yang kewalahan menjalani sesi ini pada anaknya. Pelajaran ini memang bukan hal mudah. Pasalnya yang perlu diingat, mereka masih menjalani tahap awal sehingga unsur pemaksaan sebaiknya dihindarkan.

Meski sekilas terlihat sulit, sebenarnya jika diajari dengan cara yang baik dan dilengkapi kenyamanan, anak-anak pun dengan sendirinya akan mengikuti perintah tersebut tanpa perlu berseteru mulut dengan orangtua.

Didi Petet, aktor senior kelahiran Surabaya ini pun memiliki pengalaman.

"Saya ayah enam anak ini mungkin memiliki cara yang sama dengan orangtua lain. Hanya saja saya dari kecil memang sudah diberikan contoh dari bapak ibu saya. Saya pun memberitahukan anak-anak kenapa harus berpuasa," kata Didi dalam acara obrolan sehat bersama Lifebuoy di Maroush Resto, Hotel Crown Plaza, Jakarta, baru-baru ini.

Diakuinya, mengajarkan hal tersebut memang bukanlah sebuah kemudahan. Walau demikian, Didi tetap berusaha menyuguhkan cara terbaik dalam membujuk secara natural anak-anaknya tergugah kesadaran diri untuk menjalankan kewajiban di bulan Ramadan tersebut.

"Saya tidak pernah memberikan kebohongan pada mereka. Jadi saya selalu jelaskan dengan rinci pada mereka, bahwa puasa adalah ibadah," tutupnya Didi.

Batita Tidur Bareng Orangtua Tak Berdampak Negatif

PENELITIAN terbaru menunjukkan, bayi di bawah tiga tahun (batita) yang tidur bareng orangtuanya tidak mengakibatkan dampak negatif bagi perkembangan perilaku dan pembelajarannya.

Tidur bersama anak sejak si buah hati masih bayi adalah kebiasaan sebagian besar keluarga Indonesia. Tradisi tidur bareng ini agak berbeda dengan rumah tangga di negara Barat, terutama Amerika Serikat, yang umumnya memisahkan ruang tidur anak sejak bayi.

Tentu, tidak ada yang salah dengan tidur bersama-sama karena unsur kehangatan keluarga menjadi sangat terasa. Larangan untuk berada satu tempat tidur dengan bayi pernah dikeluarkan oleh Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (The US Consumer Product Safety Commission/ CPSC) pada 1999.

Menurut CPSC, sejak Januari 1990 hingga Desember 1997 di Amerika saja terjadi 515 kematian anak bayi dan batita yang tidur bersama orangtua. Lebih dari 75 persen angka tersebut adalah bayi di bawah tiga bulan.

Namun, penelitian terbaru menyebutkan, berbagi tempat tidur dengan anak tidak akan menyebabkan efek negatif bagi pertumbuhan anak kelak saat dewasa. Sampai saat ini, tidak ada konsensus yang pasti di antara pakar anak tentang permasalahan ini. Sekitar sepertiga buku tentang pengasuhan bayi mendukung tindakan ini, sepertiga menolaknya dan sisanya tidak menyatakan sikap.

“Studi yang melihat dampak dari anak yang tidur dengan orangtua masih sedikit, tetapi masalah ini menjadi buah bibir. Saya sering ditanya tentang ini oleh orangtua dan praktisi kesehatan,” kata Helen Ball, seorang peneliti di Durham University, Inggris yang terlibat dalam studi terbaru ini.

“Penelitian ini dapat membongkar mitos bahwa berbagi tempat tidur terkait dengan perkembangan negatif anak,” lanjutnya seperti dikutip Live Science.

Studi terbaru ini diikuti 944 pasangan orangtua dan anak dari keluarga berpenghasilan rendah, dimulai ketika balita mereka berusia satu tahun. Para partisipan berasal dari peserta penelitian Early Head Start Research and Evaluation Study, dan mereka ditanya tentang pengaturan tidur anaknya saat sang buah hati berusia 1, 2, dan 3 tahun.

Para peneliti lalu menentukan hasilnya terkait perilaku, keterampilan sosial dan kognitif anak pada usia lima tahun, serta gaya pengasuhan ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang beberapa dampak negatif berhubungan dengan berbagi tempat tidur, termasuk penurunan keterampilan sosial dan kognitif anak.

Meskipun keterkaitan ini langsung memudar ketika faktor-faktor lain, termasuk status sosial ekonomi, pendidikan ibu, gaya pengasuhan, dan etnis, dipertanggungjawabkan. Pada akhirnya, tidur bersama anak dapat dikesampingkan sebagai penyebab masalah perkembangan seorang anak yang tengah diamati dalam penelitian ini.

“Setelah penyesuaian statistik untuk karakteristik sosial dan demografis, tidak ada perbedaan perilaku atau keterampilan kognitif pada usia lima tahun antara anak yang berbagi tidur dengan orangtua selama tahun-tahun pada masa balita dan mereka yang tidak,” ujar peneliti studi Lauren Hale, dari Stony Brook University, Amerika Serikat.

“Karena kami tidak menemukan perbedaan yang mendasar, studi ini menunjukkan bahwa pola berbagi tempat tidur tidak memberikan kontribusi terhadap lintasan perkembangan anak yang berbeda,” lanjutnya.

Dr Fern Hauck dari American Association of Pediatrics mengatakan, pihaknya telah merekomendasikan orangtua untuk tidak tidur bareng dengan anak selama masa bayi. Hal itu didasarkan pada sejumlah penelitian lain yang telah menunjukkan bahwa kegiatan itu dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant deathsyndrome/ SIDS) dalam kondisi tertentu, seperti pernah terjadi pada 2008, di mana sekitar 2.300 anak tewas akibat sindrom tersebut.

“Dikhawatirkan anak-anak bisa mati lemas karena mengalami SIDS. APP merekomendasikan salah satu tempat untuk berbagi,” ujar Hauck.

Usia Tepat Ajari Anak Menyikat Gigi

KEENGGANAN anak untuk menyikat gigi sehabis makan, dapat membuat sisa makanan menempel. Sisa makanan menjadi busuk dan mampu menyebabkan gigi berlubang atau karies.

Langkah jitu agar anak sadar pentingnya kesehatan gigi dan mulutnya ialah mengajarinya sejak dini.

"Kebiasaan menyikat gigi dua hari sekali pagi dan malam, dapat membantu mengurangi risiko gigi berlubang. Begitu gigi anak tumbuh, Moms bisa mengajari anak menyikat gigi dengan cara yang menyenangkan," sahut drg Zaura Anggraeni MDS, Ketua Pengurus Besar (PB) PDGI pada acara “Bulan Kesehatan Gigi Nasional”, Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2011).

Ditambahkan drg Zaura, selain kebiasaan menyikat gigi, sebaiknya orangtua memeriksakan gigi anak ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

"Umumnya anak-anak senang dengan makanan yang manis. Agar gigi anak bebas karies, orangtua harus mengurangi asupan makanan yang manis-manis dan lengket," tandasnya.

Berpikir Positif Bikin Panjang Umur & Awet Muda

APAKAH Anda ingin memiliki usia yang panjang dan selalu tampil awet muda? Resepnya sangat mudah. Sering-seringlah berpikir positif.

Tak ada kata rugi bagi Anda yang selalu berpikir positif. Selain memberikan kesehatan jiwa dan raga, berpikir positif akan memberikan sejuta manfaat untuk Anda.

Rani Noesman MPsi dari Yayasan Kita dan Buah Hati mengatakan, dengan kita berpikir positif maka dapat meningkatkan kesehatan fisik dan jiwa. Hal tersebut seperti dikatakan Dr J Davidson, Prof dept psycology dari Univ of Winconsin menemukan, bahwa berpikiran positif bisa membuat umur panjang, mengurangi risiko penyakit jantung, menekan angka depresi, menahan flu, coping skill lebih baik (ketika mendapat cobaan akan lebih cepat mengatasi), sehat secara psikologi dan meningkatkan produktivitas.

Dilanjutkan Rani, perasaan positif akan meningkatkan kemungkinan untuk sukses. "Penelitian dari Dr Suzanne Segerstorm dari Univ of Kentucky menyatakan, bahwa orang yang berpikiran positif dapat melihat kegagalan sebagai umpan balik untuk kesuksesan. Kegagalan pun tidak membuat orang yang berpikiran positif dapat meningkatkan usaha secara berlipat agar mencapai kesuksesan. Orang yang positif juga akan fokus pada tujuannya sehingga dapat meningkatkan produktivitas," sambung Rani dalam acara talkshow “Fashionable and Healthy during Ramadhan” di butik Danar Hadi, Melawai, Jakarta, Selasa (16/8/2011).

Manfaat ketiga dari berpikiran positif adalah meningkatkan tingkat kepuasan jiwa dan perasaan bahagia.

"Orang yang berpikiran positif selalu melihat segala sesuatu dari sisi positif, sehingga bisa menikmati hidup lebih baik. Dia pun akan selalu bersyukur atas apa yang sampai padanya atau pengalamannya sehari-hari. Misalnya, ketika macet di tol, seseorang yang berpikiran positif akan memanfaatkan waktu dengan aktivitas lain seperti dandan, membaca, dan sebagainya," tambah psikolog ramah ini.

Hal lain yang tak kalah penting adalah berpikiran positif akan meningkatkan kualitas interaksi dengan orang lain.

"Mempraktikkan positif self talk akan mengarahkan seseorang untuk lebih fokus pada masa depan dan tidak terperangkap pada masa lalu. Mereka pun akan berani mengambil risiko dan tidak kecewa ketika gagal, sehingga orang lain pun akan merasa lebih nyaman dengannya," tandasnya.

Nah, sudahkah Anda berpikir positif hari ini?

Takut Sakit & Biaya, Masyarakat Malas Periksa Gigi

KEPEDULIAN masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut masih dinilai memprihatinkan. Ternyata, keengganan memeriksakan gigi dan mulut lantaran takut.

Hal ini berkorelasi dengan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 yang mengungkapkan bahwa 72 persen dari seluruh populasi Indonesia (anak-anak dan dewasa) mengalami karies atau gigi berlubang.

"Masyarakat enggan memeriksakan gigi dan mulut mereka karena takut. Takut akan rasa sakit yang ditimbulkan dan takut biaya mahal," kata Prof Dr H Eky S Soeria Soemantri SpOrtho(K), Ketua AFDOKGI pada "Bulan Kesehatan Nasional" oleh Pepsodent di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2011).

Ditambahkan Prof Eky, sebenarnya masyarakat tidak perlu takut karena masing-masing perawatan memiliki alternatifnya. "Tidak dipungkiri, bunyi mesin bor gigi ikut andil terhadap munculnya rasa takut masyarakat. Tapi sekarang, zaman sudah modern. Sudah ada teknologi bor yang mengeluarkan suara lagu saat dioperasikan," jelasnya.

Untuk diketahui, teknologi mesin bor “lagu” pertama kali diperkenalkan di Yogyakarta.

"Sementara jika masyarakat takut biaya mahal, mereka setidaknya bisa memeriksakan gigi dan mulut di Puskesmas dengan harga jauh lebih murah namun dengan pelayanan yang memadai," tandasnya.

9 Kiat 'Paksa' si Dia Balas Pesan Teks

ANDA duduk, memegangi telepon, dan menunggu si dia mengirimkan pesan teks. Saat pesan darinya tidak jua datang, pahami cara untuk memaksanya memberi kabar.

Pesan teks dapat menjadi alat berharga untuk Anda mengenal seseorang. Pesan teks juga dapat menjadi indikator bagaimana perasaan seseorang kepada Anda.

Berikut, sembilan tip “memaksa” seorang pria mengirimkan pesan teks Anda, seperti dikutip Allwomenstalk.

Menunda sebentar

Memang sulit, tapi cara ini efektif. Jadi ketika dia mengirim pesan teks, jangan segera ditanggapi. Tunggu beberapa jam, kemudian balas pesannya dengan santai.

Jangan membombardir

Jika si dia telah mengirimkan pesan teks, jawab dengan kata-kata yang menggambarkan bahwa perasaan Anda tetap tenang. Bukanlah ide yang baik untuk membombardirnya dengan tiga atau empat teks sekaligus untuk meluapkan kemarahan Anda.

Tunjukkan minat lain

Ketika Anda berbicara atau berkirim pesan teks dengan kekasih, pastikan Anda punya banyak hal dalam hidup untuk ditunjukkan. Anda tentu tidak ingin si dia mengira bahwa pikiran Anda dipenuhi sosoknya dan bahwa Anda tidak memiliki kehidupan di luar dirinya.

Ketahui minatnya

Mengetahui kesukaan lawan bicara, dalam hal ini, kekasih, akan membantu Anda berkomunikasi lebih dalam. Apakah dia hobi main gitar? Cobalah belajar beberapa hal tentang alat musik itu sehingga komunikasi yang terjalin bisa dua arah.

Jangan membuat janji-janji palsu

Jangan menjanjikan sesuatu di mana Anda belum tahu bisakah menepatinya. Sayang, sebagian wanita menggunakan cara ini untuk memberikan kesan manis pada kekasihnya.

Mintalah pendapat

Pria senang memecahkan masalah. Jika Anda berada di dalam situasi sulit, mintalah saran dan bantuannya. Dia akan senang memanfaatkan kesempatan ini untuk memerbaiki keadaan.

Tidak menunjukkan rasa butuh

Jika Anda belum menerima pesan teks darinya, jangan membuat pertanyaan seperti "Kamu di mana?", "Kenapa SMS-ku enggak dibalas?”, dan sebagainya. Ingat, Anda ingin dia berpikir bahwa Anda memiliki kehidupan di luar dirinya. Jadi, jangan mengemis waktu darinya.

Membuat rencana lain

Jika Anda belum mendengar kabar lagi dari si dia, jangan hanya duduk menunggu. Bergeraklah dan buat rencana lain.

Menyadari bahwa Anda berharga

Anda terlalu berharga untuk duduk-duduk dan menunggu si dia jika tidak memberikan perhatian yang sama seperti yang Anda berikan. Jangan biarkan diri terjebak dalam kondisi mengharapkan sesuatu yang belum tentu bisa dia berikan. Bergeraklah dan temukan seseorang yang bisa memperlakukan Anda dengan lebih baik.

Rabu, 10 Agustus 2011

Killing Me Inside - Tormented

For the last time
You waste my tears now
No more torment
But don’t just say you’ve gone away
You tell a fuckin’ tale
(Swallow me and spit me out)
How do I get trought of this?
(I can’t stand it anymore)
Can, you, see, me…
Smiling when I sing this song
Right, now…
I just want to be alive
You know I was dying when you told me
(That I’m not yours anymore)
You know I was dying when you told me
(You’re just playing and fooling around with me)
When the time she comes and wakes me
(She comes and wakes me)
And when she bit my lips and kissed me there
And when she holds my hand and lives my life tonight
(Live tonight)
When she said that she really loves me
Were the worst fucking days
I’m dying and bleeding of my past
I’m dying and bleeding of my past
Now slit my throat and let me bleed
Now slit my throat and let me bleed
Can, you, see, me…
Smiling when I sing this song
Right, now…
I just want to be alive
You know I was dying when you told me
(That I’m not yours anymore)
You know I was dying when you told me
(You’re just playing and fooling around with me)
When the time she comes and wakes me
(She comes and wakes me)
And when she bit my lips and kissed me there
And when she holds my hand and lives my life tonight
(Live tonight)
When she said that she really loves me
But suddenly you came to me, and begged me to be yours again
Right now you’re holding my hand but sorry baby, but all I can say is
No, hell no…!!!
Can you see the times grows older
She blew my dreams away
It’s all done, the time is over
I don’t know how to say to you
Can you see the times grows older she blew my dreams away
It’s all done, the time is over
I don’t know how to say
The time is over!!!
The time, NO!!!

Sabtu, 06 Agustus 2011

Narsis, si Kecil Doyan Tonton Video Kelahirannya

SETIAP orang ingin eksis di lingkungannya. Pun demikian dengan si kecil. Sifat narsis dalam ilmu psikologi dimasukkan dalam gangguan perilaku atau Narcissistic Personality Disorder. Salah satu sifat narsis yang dialami, buah hati senang menonton video kelahirannya.

Menanggapi kondisi tersebut, Efnie Indrianie, M. Psi dari Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha memberikan penjelasannya.

Saya bisa memahami kekhawatiran Ibu. Akan tetapi, sebaiknya perlu kita ketahui ciri khas perkembangan dari Cynara.

Pada usia tiga tahun, kemampuan kognisi berkembang pesat. Anak sudah mulai menggunakan 300–1.000 kosakata dan bisa diajak untuk berbicara dalam situasi tanya-jawab sederhana. Memiliki minat besar untuk memerhatikan pemandangan sekitar, mengenal berbagai objek, gambar, cerita, atau film dalam jangka waktu lama.

Nonton berulang-ulang

Berkaitan dengan film, anak seusia Cynara memang suka melihat film secara berulang-ulang. Pasalnya mereka tidak langsung menangkap inti dari cerita hanya dengan satu kali menonton. Juga tidak terlalu memerhatikan dialog dalam cerita.

Barulah dengan proses menonton secara berulang-ulang, anak mulai memahami rangkaian cerita dalam film. Jadi, keinginan Cynara menonton video tersebut berulangkali adalah wajar.

Saat anak menyaksikan video proses kelahiran secara detail, maka yang terjadi adalah proses kognitif. Rekaman dari imej yang dia lihat akan tersimpan di dalam rekam jejak memorinya. Lalu akan tersimpan dalam long term memory (memori jangka panjang).

Namun, rekaman informasi ini belum memiliki makna jika belum disertai dengan pemberian input dalam bentuk bahasa untuk memaknakan informasi yang dilihat. Hal ini berkaitan dengan sistem kerja otaknya.

Jadi, apakah video yang dia lihat berdampak buruk atau tidak, bergantung pada makna yang ia tangkap. Bisa saja berdampak negatif jika misalnya ia memandangnya sebagai satu hal yang menakutkan atau mengandung makna pornografi, jika pada saat menontonnya disertai dengan penjelasan verbal seperti demikian.

Sebaliknya, apabila saat menonton video tersebut diberikan penjelasan bahwa itu adalah proses yang wajar dan perjuangan dari seorang ibu dalam melahirkan seorang anak maka rekaman imej yang masuk ke dalam memorinya akan dihubungkan dengan pemaknaan yang positif.

Ganti dengan film lain

Mengingat pada usia ini si kecil senang dengan tampilan visual, ada baiknya mencari tayangan atau film edukasi lain yang dari sisi tampilan –komposisi warna atau cerita- lebih menarik. Secara perlahan alihkan perhatiannya pada tontonan baru tersebut. Ingat, pengalihan ini perlu proses sehingga dibutuhkan kesabaran dan konsistensi.

Sukses Berbisnis di Bulan Ramadan

SELAIN beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, puasa di bulan Ramadan lebih afdol dilalui dengan kegiatan-kegiatan positif. Salah satu hal yang dapat dilakukan, berbisnis.

Peluang bisnis selama Ramadan memang terbuka lebar. Hanya saja, Anda harus jeli memilih bisnis yang dapat dijalani. Untuk membantu Anda, Farah Dini Novita, BA(Hons), RFA, Financial Planner, Associate Silver Division Akbar’s Financial Check Up memberikan pemaparannya.

Ada beberapa contoh pilihan jenis usaha dengan modal yang tidak terlalu besar dan cocok dijalankan oleh ibu rumah tangga. Masing-masing punya kemudahan dan tantangan tersendiri. Berikut perinciannya:

Kue kering

Kemudahan:

Demand tinggi menjelang Lebaran.
• Asal cermat, modal untuk membeli bahan relatif murah.
• Bisa berkreasi sendiri untuk mempercantik kue. Misalnya membuat parcel cantik yang berisikan beberapa jenis kue menggunakan stoples yang menarik dan unik.
• Bila tidak ada keahlian membuat kue, bisa bekerjasama dengan pihak lain yang melayani pembelian kue dalam jumlah banyak. Keuntungan diperoleh dari margin harga beli di pemasok (supplier) dan harga jual ke konsumen. Biasanya supplier akan memberikan diskon bila Anda membeli dalam jumlah yang sudah ditentukan oleh mereka.

Tantangan:

• Harus bersaing dengan harga dan kualitas di toko kue, supermarket maupun usaha bisnis kecil–kecilan sejenis.
• Jika ibu hanya melakukan reseller (menjual kue dari supplier) maka keuntungan tidak akan begitu banyak dibandingkan membuat kue sendiri. Akan lebih terasa apabila membeli kue dengan jumlah sangat banyak (lebih dari 96 stoples) dari supplier - biasanya menyediakan paket–paket khusus dan menjual dalam satuan lusin.
• Harus melakukan survei terlebih dulu. Berikan free tester kepada tetangga atau relasi dekat sebelum memesan kue dari supplier atau membuat sendiri. Apabila Anda memesan/membuat terlalu banyak, sedangkan jumlah pembeli kurang, maka ada risiko kue Anda tidak habis terjual.
• Jika ingin membuat kue sendiri tapi belum memiliki oven, mixer dan peralatan lainnya, maka modal yang harus dikeluarkan cukup besar.

*Asumsi harga kue standar (tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal).
*Harga disesuaikan dengan kualitas bahan baku.
*Modal per stoples juga ditentukan dengan harga bahan baku. Semakin murah kita     mendapatkan harga untuk bahan, maka modal per stoples akan semakin kecil.
*Asumsi kue buatan sendiri sudah memiliki peralatan seperti oven dan mixer.

Menu buka puasa dan sahur

Dapat berupa katering dan juga jajanan pembuka seperti kolak dan es buah.

Kemudahan:

- Modal relatif kecil
- Perputaran uang lebih cepat
- Dapat menargetkan para karyawan/karyawati dan mahasiswa yang indekos ataupun keluarga dengan orangtua yang terlalu sibuk untuk menyajikan hidangan.

Tantangan:

* Pastikan dulu target market Anda dan area delivery untuk katering.
* Di daerah perkotaan, ada tren di mana banyak orang lebih memilih untuk berbuka puasa di mal, restoran atau hotel tapi tidak setiap hari. Anda dapat memberikan opsi dimana pemesan harus memesan makanan tiga hari sebelumnya sehingga tidak perlu memasak terlalu banyak dan meminimalisasi biaya dan kerugian.
* Untuk makanan pembuka seperti jajanan pasar, pesaing akan sangat banyak. Karena itu buatlah menu pembuka yang menjadi favorit keluarga di sekitar perumahan Anda. Biasanya aneka es akan laku terjual untuk melepas haus setelah seharian berpuasa. Buatlah kemasan atau variasi es yang dapat menggoda orang untuk mencoba.

Untuk mengurangi biaya operasional, sebaiknya menyetok bahan yang sifatnya tahan lama karena jelang Lebaran harga umumnya lebih mahal. Lakukan survei di lingkungan sekitar untuk mengetahui tren dan market price. Rajinlah berpromosi dengan memberikan free tester (untuk kue) atau menggunakan promosi dari mulut ke mulut untuk lingkungan terdekat Anda. Semoga sukses!

Kecil-Kecil Kok Mendengkur?

Sabtu, 6 Agustus 2011 - 12:08 wib
Kecil-kecil mendengkur. (Foto: Getty Images)
Kecil-kecil mendengkur. (Foto: Getty Images)
MENDENGKUR ternyata tak hanya didominasi kalangan dewasa. Balita ternyata ada pula yang mengalami. Jika kondisi itu dialami buah hati tercinta, normalkah? Bagaimana cara mengatasinya?

Menjawab semua pertanyaan di atas, dr M Vinci Ghazali, Sp.A memberikan jawabannya.

Mendengkur bisa terjadi pada siapa saja, termasuk bayi. Wajar kok Moms, so tidak perlu khawatir. Dan mengubah posisi tidur si kecil menjadi miring sudah tepat.

Delapan penyebab mendengkur:

1. Alergi saluran napas

Reaksi alergi dari selaput lendir saluran napas dapat berakibat bengkak dan membuat saluran napas menjadi lebih sempit. Aliran udara yang masuk dan keluar waktu bernapas akan mengalami turbulensi sehingga menggetarkan jaringan lunak di sekitarnya dan timbullah suara mendengkur.

2. Saluran napas belum mature (matang)

Pada bayi baru lahir banyak organ dan tulang yang belum sempurna. Salah satunya, tulang-tulang rawan yang berada di daerah trakea (tenggorokan), sehingga dapat menyebabkan bayi mendengkur (tulang rawan akan menguat pada usia enam bulan ke atas dan dengkuran akan hilang dengan sendirinya).

3. Lidah yang jatuh ke belakang

Lidah harus bebas bergerak ke segala arah agar dapat berfungsi dengan baik, jika rongga bagian belakang lidah luas, maka lidah mampu menyelinap mundur dan mempersempit ruang yang akan dilalui udara yang mengalir di kerongkongan.

Dan pada keadaan tidur hal ini bisa terjadi sehingga dapat menyebabkan getaran dan mendengkur. Itulah mengapa saat Moms mengganti posisi tidur, dengkuran si kecil akan menghilang namun beberapa saat kemudian akan terdengar lagi.

4. Berat badan berlebih

Jika bayi mengalami berat badan berlebih, timbunan lemak akan bertambah. Tidak terkecuali di bagian leher, sehingga terdapat lipatan-lipatan yang menyebabkan menyempitnya saluran napas, karena tertekuk.

5. Produksi lendir yang berlebih di saluran pernapasan bayi

Ini lebih rentan terjadi pada bayi yang mempunyai 'bakat' alergi. Namun bisa juga disebabkan oleh virus, seperti virus influenza.

6. Pernapasan mulut

Secara alami kita bernapas melalui hidung, tapi ada yang tidak bisa bernapas melalui hidung karena obstruksi (sumbatan) pada saluran hidung. Hal ini dapat disebabkan oleh deviasi (bergesernya dari garis tengah), septum (sekat) hidung, alergi, infeksi sinus, pembengkakan pada turbinat atau kelenjar (amandel dan adenoid) -umum terjadi pada anak-anak.

Bayi dan anak dengan obstruksi jalan napas hidung terpaksa bernapas melalui mulut (kadang disebut bernapas lewat mulut). Akibatnya terdengar dengkuran dimana aliran udara melalui mulut akan menyebabkan getaran yang lebih kuat.

7. Tidur lelap

Secara umum tidur dapat dibagi menjadi tahap REM (rapid eye movement) dan non-REM. Dan mendengkur biasanya terjadi pada tahap REM, dimana otak mengirim sinyal ke seluruh otot tubuh (kecuali otot-otot pernapasan) untuk rileks (santai). Sehingga lidah, langit-langit mulut, dan tenggorokan bisa terkulai kebelakang –terjadi penyempitan saluran udara– yang menyebabkan dengkuran.

8.  Posisi tidur dan mendengkur

Ketika berbaring gravitasi menarik semua jaringan tubuh. Karena itu, pada posisi telentang gravitasi menarik langit-langit mulut, amandel, dan lidah ke belakang. Sehingga dapat menimbulkan suara dengkuran.

Untuk memastikan penyebab mendengkur pada si kecil sebaiknya Moms berkonsultasi dengan dokter.

Tidak berbahaya tapi tetap waspada

Meski mendengkur pada bayi tidak bahaya, tapi Moms tetap harus waspada. Jika si kecil mendengkur perhatikan berikut ini:

• Pastikan bibir, wajah dan kuku bayi berwarna merah atau pink. Keadaan ini mencerminkan jika kebutuhan oksigen tubuh masih terpenuhi.
• Irama napas si kecil teratur. Jika ditemui napas semakin cepat, itu menandakan dia kekurangan oksigen di mana otak merangsang saluran napas untuk bekerja lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Kecuali jika anak mengalami gangguan pada saraf pusat sejak lahir, sehingga mempunyai pola bernapas yang berbeda. Yaitu bernapas lalu berhenti sampai ia menjadi biru baru mulai bernapas lagi. (Sumber: Mom&Kiddie)

Jumat, 05 Agustus 2011

Last Child - Tiada Lagi

Sia-sia sudah kita jalin cinta bila hati s’lalu berbeda
Sampai kapan lagi ‘ku harus menahan rasa kecewa di dalam dada
Seandainya kita masih bersatu, tak mungkin ‘kan menyatu
Walau masih ada sisa cinta, biarkan saja berakhir sampai di sini
Tiada lagi yang kuharapkan, tiada lagi yang kuimpikan
Biar aku sendiri tanpa dirimu
Tiada lagi kata cintaku, tak ‘kan lagi ‘ku bersamamu
Biar kusimpan semua kenanganku bersamamu
Sampai kapan lagi ‘ku harus menahan rasa kecewa di dalam dada
Seandainya kita masih bersatu, tak mungkin ‘kan menyatu
Walau masih ada sisa cinta, biarkan saja berakhir sampai di sini
Tiada lagi yang kuharapkan, tiada lagi yang kuimpikan
Biar aku sendiri tanpa dirimu
Tiada lagi kata cintaku, tak ‘kan lagi ‘ku bersamamu
Biar kusimpan semua kenanganku bersamamu
Tiada lagi yang kuharapkan, tiada lagi yang kuimpikan
Biar aku sendiri tanpa dirimu
Tiada lagi kata cintaku, tak ‘kan lagi ‘ku bersamamu
Biar kusimpan semua kenanganku bersamamu
Tiada lagi yang kuharapkan, tiada lagi yang kuimpikan
Biar aku sendiri tanpa dirimu, oh…
Tiada lagi kata cintaku, tak ‘kan lagi ‘ku bersamamu
Biar kusimpan semua kenanganku bersamamu
Tiada lagi yang kuharapkan, tiada lagi yang kuimpikan
Biar aku sendiri tanpa dirimu…

Kamis, 04 Agustus 2011

Lirik Lagu Last Child - Diary Depresiku

Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yang ku harap tiada pernah terjadi

Ku ingat saat ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, 
yang dulu pernah aku miliki

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Mungkin sejenak dapat aku lupakan     
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan


Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan
sejak aku hidup di jalanan

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan

Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan



 

Bleach - Kurosaki Ichigo's Sword Zangetsu